Notasi kendang lancaran

Belajar kendang dalam karawitan umumnya dimulai dari kendangan untuk gending lancaran yang sederhana. Dalam gending lancaran yang sederhana kendang yang dipergunakan cukup kendang ketipung (kendang kecil) dan kendang Bem (kendang paling besar). Pada tulisan ini saya mencoba berbagi informasi notasi kendang lancaran Kebo Giro dengan harapan para pengrawit yang masih pemulapun bisa belajar dan mempraktekkannya.

Sebelum masuk ke notasi akan saya jelaskan secara singkat cara memukul kendang berdasarkan notasinya.Kita akan menggunakan 3 notasi kendang yaitu “t” untuk bunyi “tak”, kemudian ” p” untuk bunyi “tung” dan “b” untuk bunyi “dheng” atau “dhah”. Di mana letak pukulan notasi tersebut?

t = pukul sisi kecil kendang ketipung dengan telapak tangan.

p = pukul sisi besar kendang ketipung dengan ujung jari jari telapak tangan

b = pukul sisi besar di bagian pinggir kendang bem dengan telapak tangan, biarkan jari jari anda menggantung (tidak menempel ke permukaan kulit kendang saat memukul) sehingga pukulan akan berbunyi ” dheng” atau “dhah” bukan “dhet”.

Sekarang mari kita terapkan ke dalam Lancaran Kebo Giro Plg Barang

Buka :   5 6 7 2   7 3 7 2  7 6 7 5

Kd.                        t t p d   .  p . p

. 6 . 5  . 3 . 2  . 3 . 2  . 6 . 5

. p . p . p . p  . p . p . p . p (ini hanya utk pertama saja, putaran selanjutnya spt baris kedua)

. 6 . 5  . 3 . 2  . 3 . 2  . 6 . 5

pppp  pbpp  pbpp  pbpp

. 6 . 5  . 6 . 7  . 6 . 7  . 6 . 5

pppp  pbpp  pbpp  pbpp

. 6 . 5  . 6 . 7  . 6 . 7  . 6 . 5

pppp  pbpp  pbpp  pbpp

. 7 . 6  . 3 . 2  . 3 . 2  . 6 . 5

bppb  ppbp  pbpp  pbpp

Jika mau suwuk makan baris terakhir menjadi :

. 7 . 6  . 3 . 2  . 3 . 2  . 6 . 5

p . p .  pbp .   b. pb  . p p .

Sebelum suwuk irama kendang dibuat sedikit lebih seseg/cepat mulai dari masuk ke baris terakhir.

Notasi di atas bisa digunakan untuk gending gending lancaran lainnya seperti Singa Nebah, Manyar Sewu dll. Irama bisa dilatih dengan irama yg sedang, cepat, sedang dan seterusnya untuk melatih rasa baik pengendang maupun pengrawit lainnya.

Semoga bermanfaat dan selamat berlatih.

Sigit Pranowo

Iklan

BERLATIH BONANG LADRANG WILUJENG

Bonang barung adalah instrument  gamelan yang membutuhkan sedikit tambahan ketekunan dalam berlatih  untuk para pemula.Fungsinya yang sebagai pembuka gending dan penjaga irama sangatlah penting untuk menjadi patokan panabuh  khususnya balungan.

Saya mencoba untuk menuliskan notasi bonang barung untuk Ladrang Wilujeng pelog Barang versi ladrang biasa (bukan versi bedayan). Saya pilih ladrang ini karena ladrang wilujeng sangat lazim untuk berlatih karawitan bagi para pemula. Bonang barung selanjutnya saya sebut bonang saja untuk lebih singkatnya memiliki berbagai teknik dalam memainkan sesuai dengan jenis gending dan irama gending, mulai dari gembyang, imbal, mipil irama tanggung, mipil irama dados, sekaran dan lain-lain.

Gending wilujeng ini sangat bagus bagi pemula yang ingin berlatih bonang dengan teknik tabuhan mipil yang nantinya bisa diaplikasikan untuk gending-gending ladrang, ketawang dan lancaran balungan mlaku.

Yang perlu diperhatikan bagi panabuh bonang untuk gending wilujeng saya coba jabarkan berikut ini.

Pada prinsipnya teknik mipil untuk bonang tidak sulit, secara umum dibagi menjadi beberapa teknik. Untuk irama tanggung setiap dua notasi balungan maka bonang menabuh notasi sebanyak dua kali.

Misalnya notasi balungan   2 7 2 3 maka tabuhan pipilan bonang menjadi          2 7 2 7  2 3 2 3  Pukulan bonang pada notasi yg saya cetak tebal (ketukan ke dua dan kelipatannya) harus jatuh bersamaan dengan pukulan pada notasi balungan. Ini kunci utama yang harus dijaga untuk menjaga irama.

Untuk irama dados yang ditandai pukulan balungan menjadi dua kali lebih lambat maka tabuhan pipilan bonang menjadi dua kali dari tabuhan bonang pada irama tanggung.

Misalnya untuk notasi balungan 2 7 2 3 maka tabuhan pipilan bonang menjadi   2 7 2 . 2 7 2 7  2 3 2 . 2 3 2 3

Setiap ketukan ke empat dan kelipatannya pada notasi bonang harus jatuh bersamaan dengan pukulan pada notasi balungan. Ini kunci utama yang harus dijaga untuk menjaga irama dados. Jadi untuk pipilan irama dados di contoh ini maka 1 gatra notasi balungan, notasi 2 balungan akan jatuh pada ketukan ke-4 pipilan bonang , notasi 7 balungan jatuh pada ketukan ke – 8 pipilan bonang, notasi 2 balungan akan jatuh pada ketukan ke-12 pipilan bonang dan notasi 3 (terakhir) balungan jatuh pada ketukan ke -16 pipilan bonang. Jika kita amatai perbedaan pipilan antara irama tanggung dengan irama dados adalah makin lambat tempo balungan maka makin banyak pukulan bonang, irama dados pukulan bonang menjadi 2 kali dari irama tanggung dengan kata lain pipilan bonang bertugas mengisi nada di antara jeda pukulan balungan.

Jika bertemu dengan angka kembar maka teknik pukulan ada variasi gembyangan khusus untuk ladrang.

Misal untuk notasi balungan 3 3 . . maka teknik tabuhan bonang irama tanggung adalah   3 3 3 .   3 3 . . (yg cetak warna merah ditabuh bersama utk notasi 3 atas dan bawah.

Jika irama dados dengan teknis yang sama namun menjadi dua kali yaitu 3 3 3 .   3 3 . . 3 3 3 .   3 3 . .

Prinsip ketukannya tetap sama utk irama tanggung 1 gatra notasi balungan menjadi 8 ketukan noasi bonang sedangkan untuk irama dados 1 gatra notasi balungan menjadi 16 ketukan notasi boning.

Dalam memainkan ladrang wilujeng pertama yang perlu diperhatikan pembonang adalah saat buka. Perhatikan tabuhan bonang untuk buka pada gatra terakhir karena ada sedikit variasi teknik. Teknik ini lazim digunakan untuk pembukaan gending ladrang.

Gending dimulai masuk dengan irama tanggung dengan tempo makin melambat mengikuti irama kendang. Tahap ini sangat penting diperhatikan untuk para pemula, karena peralihan dari irama tanggung ke irama dados bonang memegang peran yang sangat penting. Kalau boleh saya sebut bonanglah yang menuntun peralihan irama yang dikomando oleh pengendang kepada para penabuh balungan. Jika peralihan irama dapat dilakukan dengan baik maka perubahan irama akan terasa halus dan kompak.

Setelah masuk ke irama dados yang perlu diperhatikan bahwa teknik pipilan untuk gatran 2 7 5 6 ditabuh dengan variasi tersendiri. Teknik pipilan ini sering dijumpai juga jika ketemu gatra dengan notasi 2 1 2 6 (jika ketemu gatra ini maka notasi 7 diganti 1) ,   . 1 . 6 ,   .   2 . 6. Namun jangan terlalu risau dengan berbagai teknik tambahan ini. Sementara fokus dulu ke dalam teknik dasar pipilan, variasi ini lebih difungsikan untuk memperindah nada sehingga menambah rasa yang lebih pas dalam gending.

Apa yang saya coba saya tulis di sini tentunya masih belum sempurna, namun setidaknya bisa menjadi referensi bagi para pemula yang berminat untuk mempelajari teknik menabuh bonang. Saya mengambil dari buku referensi yang saya punya namun demikian sebagian saya kombinasikan dengan pemahaman saya pribadi tentang teknik bermain bonang. Sehingga bisa saja ada perbedaan namun demikian jika ada yakin sifatnya minor dan sangat terbuka untuk disempurnakan oleh siapapun yang lebih memahami tentang teknik bermain bonang.

Pada akhirnya prakek secara langsung adalah cara terbaik untuk melatih keterampilan dan melatih rasa dalam bermain gamelan. Kesabaran dan ketekunan adalah kuncinya. Memang perlu upaya lebih untuk yang baru belajar bonang, misalnya dengan cara latihan sendiri sebelum benar benar praktek langsung dalam satu tim. Jika salah atau tertinggal dalam mengamati notasi ketika sedang bermain dalam satu tim, tidak usah panik dan memaksakan diri untuk mengejar ketertinggalan. Tetap tenang, amati sampai mana notasi dimainkan oleh penabuh lainnya, bisa melihat demung, kenong atau kempul sebagai patokan. Selanjutnya silahkan masuk kembali dengan pipilan seperti notasi yang sudah ada.

Notasi lengkap bonang untuk ladrang wilujeng silahkan lihat di posting berikutnya.

Semoga bermanfaat dan selamat berlatih.

(Sigit Pranowo)

Referensi : “Bagaimana Bermain Gamelan” , Soeroso, Balai Pustaka, 1982.

 

Nguri(p)-uri(p) Kabudayan Jawi

Pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi dalam kurun waktu satu dasawarsa ini telah membuat kita menjadi manusia yang serba instan dan digital. Tanpa kita sadari, perlahan tapi pasti banyak peninggalan budaya yang kita warisi kian terkikis. Ditengah kondisi yang kekinian, produk budaya adalah sesuatu yang semakin tampak kekunoan di mata generasi muda, tidak banyak yang mau melestarikannya.

Sejatinya budaya adalah sebuah identitas bangsa, mencontoh dari Jepang, ditengah majunya ekonomi negara tersebut, tapi toh mereka masih mempertahankan budaya aslinya seperti memakai Kimono, sehingga kalau kita melihat Kimono ingatan kita langsung tertuju kepada sebuah negara bernama Jepang. Korea Selatan yang sukses mengekspor budaya popnya toh mereka juga tak malu-malu mempertahankan budaya aslinya bernama Hanbok yang digandrungi remaja Indonesia. Malaysia karena mereka tidak memiliki budaya yang sekaya Indonesia nekat mencuri dan mengadaptasi sebagian budaya Indonesia.

Pelatih gamelan saya sering diundang mereka untuk mengajar anak-anak muda di Malaysia. Ironis memang, kita yang memiliki warisan yang sedemikian kayanya tapi tak pernah sedikitpun berusaha untuk mempertahankannya. Secara pribadi saya dan teman-teman yang tergabung dalam komunitas anak muda Jakarta pecinta gamelan membentuk wadah yang bernama Samurti Andaru Laras.

Ini adalah bentuk kecil dari upaya kami menghidupkan kembali budaya bangsa yang selama beberapa dekade mati suri. Sebagian besar anak muda kalau mendengar kata gamelan yang terlintas dalam benak mereka adalah musik yang menyeramkan, membosankan dan tampak tidak modern dibandingkan dengan musik pop atau musik barat. Padahal gending-gending gamelan adalah musik yang filosofis. Syair-syairnya mengandung wejangan yang penuh makna.

Komunitas kami rutin mengadakan latihan setiap minggu. Terbentuk dari berbagai kalangan dan profesi tidak membuat kami menjadi segan untuk bertukar pikiran. Samurti Andaru Laras adalah wadah bagi mereka yang suka dengan budaya bangsa khususnya gamelan. Gamelan bagi kami adalah pelajaran hidup. Dalam setiap nadanya membutuhkan rasa untuk menikmati, tidak sekedar mendengarkan alunan sebuah melodi. Gamelan selalu diawali dengan gong besar dan ditutup pula dengan gong besar, menggambarkan bahwa kita berasal dari Tuhan yang maha besar dan berakhir kembali kepadaNya.

Dalam satu sajian musik ritme gamelan bisa naik-turun-datar- cepat dan melambat kemudian berakhir, seperti itulah gambaran kehidupan manusia yang tercermin dari gamelan. Gamelan bukanlah musik individual yang bisa bermain sendiri, gamelan menggambarkan kebersamaan. Dalam sebuah ensamble musik, gamelan biasanya diawali oleh Bonang, kemudian Kendang sebagai penuntun irama, Saron, Demung, Peking akan memainkan peran sebagai pengisi nada, Kenong dan Kempul akan menjadi tanda berakhirnya satu baris gatra. Semua ricikan (alat gamelan) memainkan perannya masing-masing. Ketika gamelan memainkan jenis lagu Ketawang atau Ladrang yang bertempo lambat bonang akan memainkan peran menghias lagu yang disebut sekaran atau kembangan.

Itulah gambaran kehidupan manusia saat berada dititik bawah atau lambat, hendaknya ada orang yang berperan sebagai penghias atau penyemangat kehidupan. Memainkan gamelan membutuhkan sebuah Roso, Rumongso dan Ngrumangsani. Sebuah rasa, merasakan dan ikut menghargai, semuanya kembali kepada kita sebagai generasi penerus bangsa, pertanyaan terbesarnya adalah apakah kita sudah memiliki roso, rumongso dan ngrumangsani terhadap peninggalan budaya yang adiluhung tersebut? Karena ngurip-urip (menghidupkan) lebih dari sekedar nguri-uri (melestarikan). Salam budaya

diambil dari blog Achi hartoyo

Ada Tamu Musisi..

Sabtu yang cerah ceria, 12 Desember 2015, tim Samurti kedatangan tamu dari Malaysia. Mereka terdiri  pemusik dan produser, dimulai dari Oky dari Menikmati Music, Shelhiel, Mus dari Vmprmyth, Wan Billy sebagai fotografer, dan Rizky. Mereka datang sebagai duta dari RedBull Malaysia, salah satu merk minuman berenergi untuk kepentingan produksi musik dan dokumenter.

Musik mereka bisa didengarkan di :

https://soundcloud.com/menikmatimusic

https://soundcloud.com/shelhiel

https://soundcloud.com/vmprmyth

https://wanbilly.com

Oky dan tim membawa serta seluruh barang bawaannya yang cukup banyak karena mereka sudah berada di Jakarta sejak Senin lalu dan sudah check-out dari hotel. Kami kira salah satu tamu yaitu Shelhiel bukan dari Malaysia, tetapi Jepang karena dia lebih banyak berbicara dalam bahasa Inggris, ditambah lagi wajahnya terlihat bukan keturunan melayu hehehe

edit IMG-20151212-WA0003
Sebelum pulang berfoto bersama di pendopo (baris belakang nomor 3 dari kiri : Vmprmyth, Shelhiel, Oky)

Jam 10.40 mereka sampai di pendopo latihan kami di Duren Tiga, Jakarta. Setelah peralatan yang diperlukan diset untuk perekaman suara dan video,  tim Samurti siap untuk bermain. Selama 30 menit lagu-lagu seperti Kebo Giro, Perahu Layar, Yen Ing Tawang, mengalun mengiringi hujan mendamaikan yang mulai turun membasahi Jakarta.

30 menit kemudian, Oky dan tim merekam satu-persatu alat-alat yang dimainkan. Permainan kendang dari pelatih kami, pak Giono, mendapatkan porsi perekaman paling lama. Mungkin suara Kendang lah yang paling menyita perhatian mas Oky dan kawan-kawan hhee.. setelah itu dilanjutkan dengan wawancara singkat dengan pelatih.

shelhiel
Shelhiel & Oky sedang merekam permainan kendang

Tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Waktu menunjukkan jam 12.00 siang. Mas Oky dan tim pamit undur diri untuk segera bersiap-siap menuju stasiun Gambir dengan taksi. Sayang sekali kedatangan mereka terasa singkat karena harus meluangkan waktu lebih untuk menghindari kemacetan Jakarta di hari Minggu, menyesuaikan dengan keberangkatan kereta Parahyangan yang akan membawa mereka ke Bandung pada jam 15.30.

Satu kejutan, kami juga kedatangan salah satu pendiri komunitas Samurti, mas Rasyid yang datang dari Jogja di latihan kami hari itu.  Dia senang sekali dan menjanjikan untuk pentas tim Samurti selanjutnya di Jogja.

Akhir kata kami mengucapkan terimakasih untuk Oky dari Menikmati Music, Shelhiel, Mus dari Vmprmyth, Wan Billy sebagai fotografer, dan Rizky, karena telah mempercayakan komunitas Samurti untuk mendapat bagian dalam dokumenter yang akan diproduksi. Kami senang dan menyambut baik kedatangan setiap tamu, ditambah lagi dari negara tetangga sendiri.  Semoga kami dipertemukan kembali di lain waktu untuk bertukar ilmu dan pengalaman lagi seperti ini.

Pentas di Event Perusahaan

Kali ini tim Samurti Andaru Laras (SAL) mendapat kesempatan tampil pada 8 Desember 2015 di sebuah event internal perusahaan, Indonesia Infrastructure Finance (IIF) di Ritz Carlton hotel, SCBD, Jakarta. Kesepakatan awal loading alat-alat gamelan bisa dilakukan pada hari H di siang hari. Tetapi kami memilih untuk melakukannya pada malam sebelumnya atau H-1. Karena event di ballroom yang akan digunakan masih dipakai, maka alat-alat gamelan kami baru bisa masuk pada jam 23.00. Jam 00.00 loading alat-alat pun selesai dan kami bisa lebih tenang untuk pentas besok.

Tibalah hari H, Selasa 8 Desember. Karena sedikit kesalahan koordinasi alat-alat yang akan dibawa, pemain gong memohon tambahan jumlah gong untuk menyesuaikan dengan lagu bernada Pelog yang akan dimainkan. Beruntung waktu yang tersedia masih mencukupi dan kekurangan jumlah gong pun diantar siang hari di hari H.

Mendekati waktu pentas, sejak jam 15.30 satu-persatu anggota tim Samurti sudah sampai di lokasi yaitu di ballroom 1. Panggungnya sangat apik dan unik berbentuk gubug. Mulai jam 17.30 tamu-tamu perusahaan mulai berdatangan. Karena tema eventnya adalah nuansa Jawa Tengah, mulai dari pojok Photo Booth sampai makanan dan minuman yang disajikan menyesuaikan dengan tema. Seluruh tamu menggunakan pakaian adat Jawa yang unik dan warnanya menyesuaikan divisi masing-masing. Kaum perempuan memakai kebaya dan rambut disanggul, sedangkan kaum pria memakai beskap, blangkon, dan selop karet.

IMG_1291.JPG
Menyambut tamu-tamu yang berdatangan

Waktu pentas yaitu jam 18.00 telah tiba. Tim Samurti pun mulai memainkan lagu-lagu bernada Pelog. Ada 10 lagu yang kami mainkan, yaitu Ldr Ayun-ayun, Ngidam Sari, Yen In Tawang, Ilir Ilir, Klinci Ucul, Setya Tuhu, Caping Gunung, Ojo Lamis, Kuwi Opo Kuwi, dan Perahu Layar. Ada 6 personil, dimulai dari pak Giono yang melatih tim Samurti setiap minggunya, memainkan alat gender; pak Dono memainkan kendang; mbak Icha di posisi peking;  mas Achi di posisi saron, mas Panji di posisi gong, dan sinden diisi oleh ibu Tini. Tim kami bermain selama kurang lebih 1 jam di area foyer ballroom sampai para tamu masuk ke dalam ruang rapat di belakang panggung gamelan.

IMG_1290
suasana “Jowo banget” di foyer ballroom Ritz Carlton hotel, Jakarta

Setelah pentas kami berfoto bersama di foto booth dan secangkir wedang jahe hangat menjadi penutup pentas yang manis. Akhir kata kami mengucapkan terimakasih banyak untuk mbak Betty beserta tim event organizer Broadcast Design Indonesia yang telah mempercayakan jasa kami untuk menghibur para tamu. Sampai jumpa di pentas selanjutnya! 🙂

IMG_20151209_0003
Photobooth event

Macapat, Our Life Cycle…

Sudah lama saya ingin menulis tentang macapat, beruntung masa kecil saya masih sempat mendengar tembang-tembang asli Jawa tersebut. Almarhumah Mbah Buyut dan Mbah Kakung sewaktu saya kecil sering nembang macapat, meskipun pada saat itu saya tidak begitu tertarik dan menyukai macapat. Tetapi memori masa kecil itu membuat saya kangen saat dewasa dan ketika saya belajar gamelan. Macapat merupakan tembang yang penuh filsafat dan ajaran Jawa. Urutan macapat merupakan tahapan atau fase kehidupan manusia dari jabang bayi hingga alam barzah. Macapat berasal dari ‘maca papat-papat’ atau membaca empat-empat. Berikut ini adalah 11 urutan macapat yang merupakan fase kehidupan manusia.

  1. Maskumambang

Kemambang dalam bahasa jawa berarti mengambang, ini adalah gambaran manusia ketika masih janin dan berada dalam kandungan ibu

  1. Mijil

Mijil/mbrojol/mencolot dalam bahasa Jawa keluar, ini adalah fase manusia keluar dari kandungan dan menjadi seorang bayi

  1. Sinom

Berasal dari kata ‘isih enom’ alias masih muda, adalah fase manusia menginjak usia remaja belasan tahun

  1. Kinanthi

Kinanti berasal dari kata kanthi atau tuntun yang bermakna bahwa kita membutuhkan tuntunan atau jalan yang benar agar cita-cita kita bisa terwujud. Kinanthi bisa diartikan ngenteni atau menanti hadirnya kekasih

  1. Asmarandhana

Masa-masa manusia dimabuk asmara, puncak dari siklus masa muda yang berakhir di pelaminan. Asmarandhana berarti cinta.

  1. Gambuh

Berasal dari kata jumbuh atau menyatu. Jumbuh berarti melakukan aktifitas seksual. Fase setelah sepasang manusia secara resmi mengikatkan diri dalam perkawinan

  1. Dandhanggula

Gambaran dari kehidupan yang telah mencapai tahap kemapanan sosial, kesejahteraan telah tercapai, cukup sandang, papan dan pangan (serta tentunya terbebas dari hutang piutang)

  1. Durma

Durma atau berderma adalah fase manusia membaktikan diri untuk lingkungan social, fase berbagi dengan manusia lain yang membutuhkan uluran tangan kita setelah tercukupinya ‘Dhandhanggula’ dengan segala jenis ‘mas picis rojobrono’ (harta benda)

  1. Pangkur

Pangkur berarti nyingkur atau menyingkir. Fase dimana manusia seyogyanya sudah mulai mengurangi kesenangan hidup, menjauhkan diri dari gemerlap dunia dan lebih mendekatkan diri dengan Gusti Allah

  1. Megatruh

Berasal dari kata ‘Pegat’ yang berarti pisah dan ‘Ruh’. Fase terpisahnya jiwa manusia dari wadag atau raga manusia

  1. Pocung

Pocung atau pocong, fase manusia menuju alam barzah. Manakala yang tertinggal hanyalah jasad belaka, dibungkus dalam balutan kain kafan / mori putih, diusung dipanggul laksana raja-raja, itulah prosesi penguburan jasad kita menuju liang lahat, rumah terakhir kita didunia. Titik puncak dari terpisahnya alam kehidupan menuju alam selanjutnya.

Semoga bermanfaat

source http://www.achihartoyo.wordpress.comIMG-20150820-WA0001