Parade Budaya Nusantara

Kami mendapatkan suatu informasi lomba Parade Budaya Nusantara yang diadakan oleh MNC tv, peserta lomba diharuskan untuk mengupload sebuah video ke Youtube dengan durasi kurang lebih 5 menit. 10 grup terpilih ( dari kategori grup tari dan grup musik), akan pentas di area tv tersebut pada Sabtu, 30 April 2016 di area parkir MNC tv, jl. Pintu 2 TMII, Jakarta Timur.

Jadilah di Minggu pagi latihan rutin kami, secara spontan pelatih yang biasa mengajar sesi tari+gamelan, eyang Har, membuatkan 3 gending sederhana yang pernah kami mainkan di latihan-latihan sebelumnya untuk video kami tersebut.

IMG-20160501-WA0002.jpg
Latihan pentas malam hari di malam jumat, hihihi..

Untuk antisipasi, beberapa anggota kami berbaik hati meminjamkan perangkat kamera dan alat-alat perekaman suara khusus milik mereka masing-masing. Dari beberapa buah lagu yang direkam, akhirnya dipilihlah 1 lagu yang menurut kami paling bagus untuk kami upload.

Tidak lama kemudian, kami mendapatkan kabar dari panitia bahwa kami mendapat kesempatan tampil di pentas tersebut, walaupun kami belum mengupload video yang telah kami buat. Alat musik untuk peserta lombapun tidak disediakan oleh panitia. Sempat muncul anggapan bahwa acara tersebut kekurangan peserta musik yang tampil, tetapi hal itu tidak kami hiraukan. Yang pasti di waktu yang sangat singkat tersisa menjelang pentas, kami harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk tampil di event Parade Budaya Nusantara semaksimal mungkin. Dan kami tetap mengupload video yang telah kami rekam dan edit sebelumnya sebagai portofolio kami juga.

Berikut link video yang sudah kami upload untuk lomba disini :  Video Kuwi Opo Kuwi

Sesi latihan singkat digelar malam hari dan esok malamnya kami langsung mempersiapkan loading set gamelan dari pukul 21.00-22.30 untuk acara tersebut. Di pagi hari yang agak mendung sesuai jadwal panita pukul 06.00-07.00, kami melakukan sesi checksound gamelan & vokal. Karena tim pengangkut dari panitia MNCtv baru beroperasi lagi menjelang waktu pentas, untuk mempersingkat waktu setelah sarapan bersama anggota tim laki-laki kami berinisitif untuk bergotong royong mengatur posisi seperangkat gamelan sewaan kami untuk ditempatkan sesuai arahan pelatih demi mendapatkan harmonisasi suara yang mumpuni.

IMG_1884.JPG
Bergotong royong..
IMG_1887.JPG
Pelatih Eyang Har sedang memantau peletakan posisi tiap alat karena mempengaruhi harmonisasi suara yang dihasilkan

Kami mendapatkan kesempatan tampil pertama karena kami adalah peserta dengan alat-alat musik terbanyak, agar perangkat musiknya segera bisa digeser untuk peserta musik berikutnya hahaha.. 10 menit menjelang jam tampil kami pukul 12.45, cuaca yang tadinya cerah, berganti dengan turunnya hujan yang cukup deras. Beruntung panitia telah menyiapkan terpal untuk mengamankan seperangkat gamelan sewaan kami dari air hujan. 15 menit kemudian kami pun bisa tampil setelah hujan reda.

Tim juri diisi oleh seorang dalang kondang, Ki Manteb Sudarsono, ikon sebuah produk obat sakit kepala selama puluhan tahun, dan 2 orang perempuan yang senior dibidang tari dan musik. 3 hal yang disebut dari 3 juri sebagai kekurangan kami adalah hal kostum yang tidak seragam. Kami akui bahwa panitia yang mengurus kostum anggota perempuan tidak semaksimal yang mengurus kostum kaum laki-laki, sehingga kami menjadikan hal ini sebagai perbaikan di pentas selanjutnya. Kabar baiknya bahwa dari 3 gending yang kami bawakan, Gangsaran, Kuwi Opo Kuwi, Suwe Ora Jamu, tim juri mengatakan bahwa tabuhan gamelan kami sudah bagus dan hanya terdengar fals sedikit saja di bagian vokal.

Setelah pentas usai, tim kami menonton tim musik lain yang pentas dilanjutkan dengan makan siang bersama yang disediakan oleh panitia MNCtv di lokasi. Satu persatu dari tim kami pun kembali kerumah atau melanjutkan aktifitas berikutnya dan menyisakan perwakilan dari tim sampai sesi pengumuman pemenang sekitar pukul 20.00. Jikalau panitia MNC tv menyediakan pawang hujan, sepertinya keahliannya kurang mumpuni, hahaha.. karena hujan mengguyur lokasi sehingga jalannya acara sempat dihentikan beberapa kali.

Juara 3 diraih oleh Sasando elektrik, juara 2 oleh Barakarinding dari Banten, dan juara 1 dari tim Kopaja, Jakarta. 6 tim musik tradisional selain kami dan tim juara, juga tampil tak kalah bagus. Sebagian besar tim musik diisi oleh anak-anak muda. Hal itu menandakan bahwa seni musik tradisional Indonesia masih mendapatkan tempat di hati mereka untuk terus melestarikannya di tengah masuknya berbagai kebudayaan luar Indonesia dan di zaman seperti sekarang ini.

IMG-20160430-WA0001 B.jpg
Setelah pentas, “rainbow ladies” :))

Akhir kata segenap tim gamelan Samurti Andaru Laras, mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya bagi seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu-persatu yang telah berkontribusi demi kelancaran jalannya pentas kami. Sampai jumpa di pentas tim Samurti selanjutnya!

Iklan

Penulis: Samurti Andaru Laras

instagram @salgamelan twitter @SAL_gamelan gamelananakmuda@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s