Hikmah Kehabisan Tiket

Rabu lalu kami mendapat kabar akan ada pentas wayang Kakung yang seru dan menghibur berjudul Srikandi Larasati Kembar di teater pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah, Minggu, 31 Januari 2016, pukul 15.00-18.00. Tim Samurti Andaru Laras berencana untuk nonton bareng. Sabtu sore kami menelpon salah satu tim tiket. Beliau mengatakan tiket hanya tinggal tersisa untuk 2 kursi saja. Awalnya kami pikir tiket masih tersedia cukup untuk tim Samurti dan bisa dibeli langsung disana. Sayang sekali nonton bareng kami kali ini belum bisa terlaksana..

Tetapi alangkah terkejutnya ternyata tim Samurti mendapat kesempatan untuk 2 orang perwakilan bisa menonton langsung dari jalur yang berbeda oleh pak Wito. Pak Wito adalah koordinator tim yang aktif di gamelan daerah Cinere dan akses kami dapatkan karena beliau memiliki banyak kenalan dari wayang orang Bharata yang akan pentas di pertunjukan tersebut.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Kami masuk dari belakang panggung dan melihat-lihat kesibukan para pemeran. Ada artis ibukota juga yang berperan disini, yaitu om Ari Tulang, seorang koreografer tari ternama, dan om Indra Bekti. Akting mereka kocak banget. Mereka berdua didandani sebagai perempuan kok cantik banget yaa.. Inti cerita adalah 2 pasang wanita yang saling mengaku mereka adalah Srikandi dan Larasati yang asli. Bayangkan, semua pemerannya adalah kaum pria lho! kadang ada yang suaranya ditinggikan dan gayanya menyerupai wanita jadi-jadian hahaha

suasana di belakang panggung - mereka semua laki-laki..
suasana di belakang panggung (mereka semua laki-laki..)

Saat kami menonton dari belakang panggung, wahh semua pemeran wanitanya yang berkemben itu kekar berotot. Menurut info dari mbak Catherine, anak dari pak Wito yang terjun di dunia tari, kulit mereka diolesi Siwit, semacam foundation agar terlihat muluss..pantas saja.. Ada pria yang kalau didandani ternyata bisa terlihat cantik sekali, ada yang tetap saja terlihat sangar..

Pentas berakhir pukul 18.30 dan ditutup oleh sesi foto bersama seluruh pementas yang berjumlah ratusan. Saat kami akan pulang, ternyata hujan deras sedang mengguyur Jakarta. Tim Samurti berbincang-bincang dengan beberapa pemeran pentas yang sedang bersiap pulang.

Salah satu pemerannya adalah cucu dari Eyang Har, rekan yang sudah bersama pak Wito selama 8 tahun. Remaja laki-laki yang masih duduk di kelas 3 SMA 70 Jakarta ini aktif pentas di Wayang orang Bharata setiap Sabtu malam di daerah Senen. Untuk pentas rutin tersebut, dia yang sejak kecil sudah aktif di dunia seni itu biasa berlatih Sabtu siang sekitar jam 12.00 atau jam 1, untuk pentas malam hari itu juga. mas Fadil, anak muda yang tampan ini juga bilang, tim wayang Bharata yang pentas tiap Sabtu itu sudah didominasi oleh generasi muda, sejak generasi tua sudah banyak yang almarhum. Wah makin segar saja ya kalau kita yang anak-anak muda ini saat menonton pentas kebudayaan Indonesia 🙂

bidadari dari kayangan...jpg
Bidadari dari kayangan.. 😀
bersama om Guruh Soekarno Putra
Setelah pentas usai bersama om Guruh Soekarno Putra

Pentas rutin di malam minggu tersebut bisa dilihat di akun twitter @wobharata dan Facebook Wayang Orang Bharata.

Tim Samurti juga berencana akan membuka kelas tari di Februari ini di tempat biasa kami berlatih gamelan tiap minggunya. Jadwalnya tiap Minggu, setelah kelas gamelan Samurti berakhir, kira-kira jam 12.00 sampai selesai. Info selengkapnya akan kami update di akun twitter @SAL_gamelan

salam budaya Indonesia!

Iklan