Figuran membentuk Satu Kesatuan

“Walau bukan yang utama, namun figuran adalah salah satu bagian dari satu kesatuan untuk sebuah karya agar dapat mendapatkan hasil akhir yang baik secara keseluruhan.” (kata-kata kesimpulan saya setelah membaca berbagai sumber). Tulisan dan dokumentasi ini baru admin publikasikan karena menunggu iklan produk ini tayang terlebih dahulu.  Di suatu siang ada kontak dari mas Dennis, perwakilan dari sebuah PH / Production House yaitu Seven Sunday Films. Mas Dennis bilang tim beliau butuh 5 orang perempuan dari tim gamelan usia diatas 20 tahun, berambut panjang, dan bisa bermain gamelan karena akan dipakai sebagai pendukung dalam sebuah iklan shampoo. Hmm..kebetulan sebagian besar anggota Samurti adalah laki-laki dan jumlah anggota perempuan kurang dari itu. Beliau juga mengirimkan sampel jingle iklan yang menjadi tugas Samurti untuk menerjemahkan ke dalam komposisi nada-nada yang bisa kami mainkan dengan gamelan. Kami memiliki waktu sekitar 1 minggu lebih beberapa hari untuk mempersiapkan diri.

Karena kekurangan personil akhirnya Samurti berinisiatif merekrut tambahan 2 orang diluar Samurti. Casting dilakukan disebuah studio di sekitar Pasar Santa, Kebayoran. Kegiatan casting tersebut isinya sambil direkam setiap personil memegang sebuah papan tulis kecil yang isinya nama, usia, tinggi dan berat badan, dan pengambilan tampak diri sisi depan, samping kanan dan kiri.

Karena waktu latihan hanya tersisa di hari kerja sebelum hari H, jadi kami menyewa sebuah studio gamelan didaerah Jakarta Pusat. Sepulang dari pekerjaan masing-masing kami latihan gamelan untuk jingle tersebut selama 2 jam mulai pkl 19.00-21.00. Setiap mengulik lagu baru rasanya selalu unik bagi kami. Dua orang diluar tim Samurti dibekali dengan latihan gamelan dasar

Hari Minggu, 10 Juni 2018 beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri. Kami diminta untuk sudah sampai lokasi jam 06.00 dan pkl. 07.30 diharuskan sudah siap semua untuk ke naik ke atas panggung. Samurti sudah membawa sendiri 1 orang penata rambut yaitu kakak anggota Samurti mbak Dinar dan 1 orang make up artist Halimatus sadiah, mantan rekan kerja admin, jadi sisanya ditambah dari tim PH. Total 2 orang penata rambut menata 6 kepala dengan sanggul rambut sendiri  dan 2 orang make up artist ternyata tidak cukup hanya 1,5 jam serta kami kurang memperhitungkan waktunya. Tim PH telah menyiapkan baju kebaya kutu baru berwarna ungu cerah sesuai ukuran tubuh masing-masing dan aksesori hiasan seperti kalung serta anting kecil.  Kami cukup membawa kain batik bawahan  masing-masing.

Tepat pkl. 08.00 kami baru siap untuk berjalan ke panggung. Ini adalah pelajaran berharga bagi Samurti agar kami bisa mengatur manajemen waktu lebih baik lagi di pentas selanjutnya.

IMG-20180610-WA0007
Set panggung sebelum syuting dimulai 

Beberapa kali pengambilan video dengan para penonton, sampai artis utamanya naik panggung. Raisa dan Isyana, terpisah jarak 2 meter saja mereka aslinya mulus dan cantik banget…berkali-kali setiap pengambilan video baru, berkali-kali pula rambut Raisa dan Isyana ini disisir ulang agar tetap bagus dan berkilau.. Diantara kami yang sedang berpuasa alhamdulillah lancar puasanya karena tugas tidak terlalu berat. Bagi peserta syuting yang tidak berpuasa juga disediakan katering oleh tim PH. Syuting tim kami dilakukan pkl 08.00 s.d pkl 14.00, selanjutnya oleh tim lain.

IMG-20180611-WA0000
Setelah syuting selesai

Tim Samurti menngucapkan terimakasih kepada Mas Dennis dan seluruh tim Seven Sunday Films yang sangat baik, ramah, dan profesional dalam memperlakukan kami. Mulai dari tim casting, wardrobe, ketua pelaksana lapangan, sampai penata alat-alat di panggung.  Alhamdulillah juga PH  Seven Sunday Films  sama sekali tidak rewel perihal honor tim gamelan saat penawaran. Pihak yang mengundang tim gamelan kami sering tidak sepakat di sesi honor padahal kami selalu mengenakan harga standar. Alhasil kami mendapat rezeki lebih dari honor yang cukup untuk menutup operasional komunitas Samurti tiap latihan rutinnya, dan tidak lupa Samurti menyalurkan zakat penghasilan sebesar 2.5 % dari honor pentas ini karena jumlah tersebut adalah hak bagi kaum yang hidupnya kekurangan.

Hasil iklan bisa dicek disini yaa 

 

 

Iklan

Kilas Balik 2016

Sebenarnya cukup banyak kegiatan menarik tim Samurti yang terjadi beberapa bulan terakhir 2016. Tetapi sayangnya belum sempat tercatat di blog dikarenakan kesibukan para anggota. Ya, para anggota kami adalah pekerja muda dan mahasiswa yang tinggal di Jabodetabek dengan mobilitas yang cukup tinggi. Cerita yang cukup update berasal dari media sosial kami seperti Instagram, tiap gambar yang diupload mewakili ungkapan barisan kalimat yang tidak tertulis.

Dokumentasi itu penting untuk menunjukkan eksistensi akan suatu  hal. Berikut kami tampilkan kilas balik hal-hal yang terjadi mulai pertengahan 2016 ini, monggo disimak..

Syukuran Menyambut Kedatangan Bulan Suci Ramadhan

5 Juni 2016, tim Samurti menyelenggarakan syukuran kecil-kecilan dengan mengundang pemilik lokasi gamelan, eyang Nani Soedarsono. Sebagai wujud rasa syukur kami juga menghidangkan dari dan untuk tim Samurti penganan ala-ala yaitu 2 ekor ingkung ayam, nasi kuning, beserta lauk pauk.

menyambut Ramadhan.jpg
pelatih eyang Har (kiri) dan pemilik lokasi gamelan eyang Nani (kanan)

Turut Berduka Cita

Senin pagi yang cerah, 26 Juli 2016, pelatih kami pak Giono mengabarkan kepada kami via pesan singkat sebuah kabar duka. Minggu, pkl 21.00 WIB waktu Bogor, ibu Sartini Fatmawati yang akrab dipanggil ibu Tini meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda, 44 tahun karena penyakit kanker dan paru-parunya. Kami sangat terkejut menerima kabar tersebut. Beliau dikebumikan di kediamannya di Parung, Bogor.

Pertama dan terakhir kali almarhumah ibu Tini pentas bersama tim Samurti (artikelnya bisa dilihat di Pentas di Event Perusahaan ). Untuk pentas kami saat itu, ibu Tini berjuang menembus kemacetan Jakarta dari tempat bekerjanya di RS Fatmawati ke Sudirman. Beliau juga tak segan membantu anggota kami Icha, dengan riasan dan meminjamkan kebaya miliknya agar kami terlihat kompak untuk pentas tersebut.

Saat pentas bersama itu almarhumah dalam kondisi yang sangat sehat walafiat. Beliau sangat ramah dan sifatnya mengayomi kami.

_______

di Minggu pagi yang cerah juga, 31 Juli 2016, di latihan perdana kami setelah 1 bulan liburan. sebuah pesan masuk di Whatssapp grup kami dari nomor Whatssapp atas nama mbak Dian.

“saya mewakili mbak Dian meminta maaf jika pernah ada salah,

mohon doanya agar mbak Dian tenang di sisi Allah, semoga diberikan tempat yang indah…aamiin”

pesan tersebut dikirimkan oleh adik perempuannya. Almarhumah mbak Dian meninggal dalam usianya yang masih sangat muda juga, sekitar 30an tahun karena penyakit kanker di anusnya pada Sabtu, 30 Juli 2016 pkl. 22.00 dan dikebumikan di kampung halamannya di Jatilawang, Banyumas, Jawa tengah.

mbak Dian 2.jpg
Foto terakhir mbak Dian (kiri – kemeja hitam), satu minggu sebelum latihan terakhirnya bersama tim Samurti

kira-kira 1 minggu sebelum latihan terakhirnya, mbak Dian sempat berjalan-jalan bersama kami ke museum Wayang, kawasan Kota Tua Jakarta. Acara tersebut untuk memenuhi undangan salah satu pelatih kami, mas Sandy yang pentas mengiringi dalang cilik.

Latihan terakhir mbak Dian di pendopo Duren 3 bermain saron menjelang akhir tahun 2015. Salah satu anggota, mas Kiwang, saat itu mengatakan bahwa mbak Dian terlihat sangat pucat dan beliau pulang latihan rutin tim kami lebih awal ke rumahnya di daerah Jakarta Barat. Beberapa minggu kemudian beliau mengabarkan pulang ke kampung halaman untuk melakukan pengobatan sampai akhir hayatnya disana. Selain saron, vokal perempuan juga dicobanya karena tertarik untuk menekuni sinden. Kepada pengurus, karena kekagumannya beliau pernah memperdengarkan rekaman Mayangsari yang menyanyikan lagu Yen Ing Tawang.

Selamat jalan ibu Tini..

Selamat jalan mbak Dian..

Spirit berkesenian mereka yang luar biasa selalu ada bersama tim Samurti..

innalillahi wainnalillahi rojiun.. teriring doa dari tim Samurti semoga para almarhumah diberi tempat terbaik di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, amin..

Acara Halal Bihalal ke rumah pelatih kita

Terimakasih bagi teman-teman yang telah mengikuti napak tilas perjalanan salah satu pelatih kita, pak Giono dari Duren 3 dan berkunjung ke rumahnya di Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Minggu 31 Juli 2016.

1,5 jam perjalanan dibutuhkan bapak pelatih untuk berangkat ke Duren 3 dan rute yang cukup macet. Sedikit uang kas dari teman-teman dibuatkan dan dibelikan penganan untuk buah tangan bagi keluarga bapak.

Sepanjang perjalanan berangkat, beberapa anggota yang sempat tersasar dan macet akibat pembangunan jalan layang butuh waktu 2,5 jam dari lokasi latihan ke tujuan. Sepulangnya dari sana, masih juga terjebak macet di Minggu sore yang cerah. Tetapi hal tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pelatih kami yang dengan kesabarannya setiap minggu pagi berangkat dan pulang di siang hari yang terik, demi melatih dan memberi semangat  kami para anak muda a melestarikan kebudayaannya

DSC_7512.jpg

pak Giono (tengah – baju ungu) menerima kedatangan tim Samurti dirumahnya di Pondok Aren, Tangerang

Terimakasih untuk segala bentuk dukungan teman-teman untuk pelatih kita ini. Pak Giono akhirnya bisa datang kembali melatih. Diawal kembalinya, beliau sempat belum bisa mengemudikan sepeda motor sendiri lagi dengan nyaman setelah insiden kecelakaan mobil beberapa waktu lalu. Kini kondisi beliau semakin membaik dengan rutinnya beliau mengikuti fisioterapi di daerah Cikeas, Bogor.

Latihan Perdana di 2017

Latihan perdana kami di Minggu pagi yang cerah dimulai pukul 09.15 dengan sesi perkenalan materi kurikulum perdana tim Samurti oleh mas Sigit dan mas Tri. Materi tersebut selesai disusun oleh divisi pengembangan dan akan menjadi buku panduan wajib setiap anggota Samurti. Setelah sesi kurikulum selesai kami mengumumkan intisari dari rapat pengurus akhir tahun lalu.  15 menit kemudian latihanpun dimulai dipandu oleh pelatih kami pak Giono membawakan lagu Warung Pojok, Subokastowo, dan Kodok Ngorek.

DSC_7802a.jpg
mas Sigit & mas Tri dari tim pengembangan

Saat latihan usai kami memulai acara syukuran awal tahun. Tersedia nasi pecel + bakwan goreng, keripik singkong, tiwul, dan berbagai jenis kopi. Matur nuwun atas kehadiran dan segala bentuk sumbangan mas & mbak Samurti di latihan perdana ini.

DSC_7809.jpg
pak Guru ayo silahkan makan siang dulu

Semoga di 2017 Samurti bisa melangkah mantap dengan tujuan yang sudah terencana dengan baik.

Undangan Manggung / Pentas tim Samurti

Parade budaya nusantara.jpg
Pentas di Parade Budaya Nusantara di Jakarta – April 2016

Zaman sekarang kalau kita mau nanggap acara kesenian wihh ada beragam bentuk. Nah tim Samurti menawarkan mas & mbak yang ingin turut melestarikan salah satu budaya Indonesia untuk mengundang kami pentas di acara pernikahan, ulang tahun, acara kantor, bahkan acara amal.

Portofolio tim Samurti bisa dicek di blog ini atau di Instagram Samurti

Kami tim Samurti telah bermain bersama sejak Maret 2014. Pemain gamelan dan vokal terdiri dari pemuda-pemudi berusia 20-40 tahun dengan semangat generasi muda Indonesia

bersama pelatih, pak Giono di pendopo Duren 3.jpg
Pemain muda, segar dan rupawan hahahaa

Saat manggung nanti kami didampingi oleh pelatih dan rekan-rekan profesional kami yang jika jadwalnya cocok akan ikut dalam tim.

Syaratnya mengundang tim Samurti apa aja nih?

  • Jadwal manggung :

(karena pemain kami sebagian besar adalah pekerja muda dan mahasiswa/i)

Senin – Jumat                          : diatas jam 17.00

Sabtu / Minggu / hari libur      : waktu menyesuaikan dengan permintaan klien

  • Honor :

monggo kontak WA / sms/ telepon: 0812 8307 8048

atau ke gamelananakmuda@gmail.com

Lestarikan budaya Indonesia!

#nanggap gamelan Jakarta #nanggap gamelan anak muda #nanggap kesenian anak muda Jakarta #undangan manggung pentas

Parade Budaya Nusantara

Kami mendapatkan suatu informasi lomba Parade Budaya Nusantara yang diadakan oleh MNC tv, peserta lomba diharuskan untuk mengupload sebuah video ke Youtube dengan durasi kurang lebih 5 menit. 10 grup terpilih ( dari kategori grup tari dan grup musik), akan pentas di area tv tersebut pada Sabtu, 30 April 2016 di area parkir MNC tv, jl. Pintu 2 TMII, Jakarta Timur.

Jadilah di Minggu pagi latihan rutin kami, secara spontan pelatih yang biasa mengajar sesi tari+gamelan, eyang Har, membuatkan 3 gending sederhana yang pernah kami mainkan di latihan-latihan sebelumnya untuk video kami tersebut.

IMG-20160501-WA0002.jpg
Latihan pentas malam hari di malam jumat, hihihi..

Untuk antisipasi, beberapa anggota kami berbaik hati meminjamkan perangkat kamera dan alat-alat perekaman suara khusus milik mereka masing-masing. Dari beberapa buah lagu yang direkam, akhirnya dipilihlah 1 lagu yang menurut kami paling bagus untuk kami upload.

Tidak lama kemudian, kami mendapatkan kabar dari panitia bahwa kami mendapat kesempatan tampil di pentas tersebut, walaupun kami belum mengupload video yang telah kami buat. Alat musik untuk peserta lombapun tidak disediakan oleh panitia. Sempat muncul anggapan bahwa acara tersebut kekurangan peserta musik yang tampil, tetapi hal itu tidak kami hiraukan. Yang pasti di waktu yang sangat singkat tersisa menjelang pentas, kami harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk tampil di event Parade Budaya Nusantara semaksimal mungkin. Dan kami tetap mengupload video yang telah kami rekam dan edit sebelumnya sebagai portofolio kami juga.

Berikut link video yang sudah kami upload untuk lomba disini :  Video Kuwi Opo Kuwi

Sesi latihan singkat digelar malam hari dan esok malamnya kami langsung mempersiapkan loading set gamelan dari pukul 21.00-22.30 untuk acara tersebut. Di pagi hari yang agak mendung sesuai jadwal panita pukul 06.00-07.00, kami melakukan sesi checksound gamelan & vokal. Karena tim pengangkut dari panitia MNCtv baru beroperasi lagi menjelang waktu pentas, untuk mempersingkat waktu setelah sarapan bersama anggota tim laki-laki kami berinisitif untuk bergotong royong mengatur posisi seperangkat gamelan sewaan kami untuk ditempatkan sesuai arahan pelatih demi mendapatkan harmonisasi suara yang mumpuni.

IMG_1884.JPG
Bergotong royong..
IMG_1887.JPG
Pelatih Eyang Har sedang memantau peletakan posisi tiap alat karena mempengaruhi harmonisasi suara yang dihasilkan

Kami mendapatkan kesempatan tampil pertama karena kami adalah peserta dengan alat-alat musik terbanyak, agar perangkat musiknya segera bisa digeser untuk peserta musik berikutnya hahaha.. 10 menit menjelang jam tampil kami pukul 12.45, cuaca yang tadinya cerah, berganti dengan turunnya hujan yang cukup deras. Beruntung panitia telah menyiapkan terpal untuk mengamankan seperangkat gamelan sewaan kami dari air hujan. 15 menit kemudian kami pun bisa tampil setelah hujan reda.

Tim juri diisi oleh seorang dalang kondang, Ki Manteb Sudarsono, ikon sebuah produk obat sakit kepala selama puluhan tahun, dan 2 orang perempuan yang senior dibidang tari dan musik. 3 hal yang disebut dari 3 juri sebagai kekurangan kami adalah hal kostum yang tidak seragam. Kami akui bahwa panitia yang mengurus kostum anggota perempuan tidak semaksimal yang mengurus kostum kaum laki-laki, sehingga kami menjadikan hal ini sebagai perbaikan di pentas selanjutnya. Kabar baiknya bahwa dari 3 gending yang kami bawakan, Gangsaran, Kuwi Opo Kuwi, Suwe Ora Jamu, tim juri mengatakan bahwa tabuhan gamelan kami sudah bagus dan hanya terdengar fals sedikit saja di bagian vokal.

Setelah pentas usai, tim kami menonton tim musik lain yang pentas dilanjutkan dengan makan siang bersama yang disediakan oleh panitia MNCtv di lokasi. Satu persatu dari tim kami pun kembali kerumah atau melanjutkan aktifitas berikutnya dan menyisakan perwakilan dari tim sampai sesi pengumuman pemenang sekitar pukul 20.00. Jikalau panitia MNC tv menyediakan pawang hujan, sepertinya keahliannya kurang mumpuni, hahaha.. karena hujan mengguyur lokasi sehingga jalannya acara sempat dihentikan beberapa kali.

Juara 3 diraih oleh Sasando elektrik, juara 2 oleh Barakarinding dari Banten, dan juara 1 dari tim Kopaja, Jakarta. 6 tim musik tradisional selain kami dan tim juara, juga tampil tak kalah bagus. Sebagian besar tim musik diisi oleh anak-anak muda. Hal itu menandakan bahwa seni musik tradisional Indonesia masih mendapatkan tempat di hati mereka untuk terus melestarikannya di tengah masuknya berbagai kebudayaan luar Indonesia dan di zaman seperti sekarang ini.

IMG-20160430-WA0001 B.jpg
Setelah pentas, “rainbow ladies” :))

Akhir kata segenap tim gamelan Samurti Andaru Laras, mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya bagi seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu-persatu yang telah berkontribusi demi kelancaran jalannya pentas kami. Sampai jumpa di pentas tim Samurti selanjutnya!

Hikmah Kehabisan Tiket

Rabu lalu kami mendapat kabar akan ada pentas wayang Kakung yang seru dan menghibur berjudul Srikandi Larasati Kembar di teater pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah, Minggu, 31 Januari 2016, pukul 15.00-18.00. Tim Samurti Andaru Laras berencana untuk nonton bareng. Sabtu sore kami menelpon salah satu tim tiket. Beliau mengatakan tiket hanya tinggal tersisa untuk 2 kursi saja. Awalnya kami pikir tiket masih tersedia cukup untuk tim Samurti dan bisa dibeli langsung disana. Sayang sekali nonton bareng kami kali ini belum bisa terlaksana..

Tetapi alangkah terkejutnya ternyata tim Samurti mendapat kesempatan untuk 2 orang perwakilan bisa menonton langsung dari jalur yang berbeda oleh pak Wito. Pak Wito adalah koordinator tim yang aktif di gamelan daerah Cinere dan akses kami dapatkan karena beliau memiliki banyak kenalan dari wayang orang Bharata yang akan pentas di pertunjukan tersebut.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Kami masuk dari belakang panggung dan melihat-lihat kesibukan para pemeran. Ada artis ibukota juga yang berperan disini, yaitu om Ari Tulang, seorang koreografer tari ternama, dan om Indra Bekti. Akting mereka kocak banget. Mereka berdua didandani sebagai perempuan kok cantik banget yaa.. Inti cerita adalah 2 pasang wanita yang saling mengaku mereka adalah Srikandi dan Larasati yang asli. Bayangkan, semua pemerannya adalah kaum pria lho! kadang ada yang suaranya ditinggikan dan gayanya menyerupai wanita jadi-jadian hahaha

suasana di belakang panggung - mereka semua laki-laki..
suasana di belakang panggung (mereka semua laki-laki..)

Saat kami menonton dari belakang panggung, wahh semua pemeran wanitanya yang berkemben itu kekar berotot. Menurut info dari mbak Catherine, anak dari pak Wito yang terjun di dunia tari, kulit mereka diolesi Siwit, semacam foundation agar terlihat muluss..pantas saja.. Ada pria yang kalau didandani ternyata bisa terlihat cantik sekali, ada yang tetap saja terlihat sangar..

Pentas berakhir pukul 18.30 dan ditutup oleh sesi foto bersama seluruh pementas yang berjumlah ratusan. Saat kami akan pulang, ternyata hujan deras sedang mengguyur Jakarta. Tim Samurti berbincang-bincang dengan beberapa pemeran pentas yang sedang bersiap pulang.

Salah satu pemerannya adalah cucu dari Eyang Har, rekan yang sudah bersama pak Wito selama 8 tahun. Remaja laki-laki yang masih duduk di kelas 3 SMA 70 Jakarta ini aktif pentas di Wayang orang Bharata setiap Sabtu malam di daerah Senen. Untuk pentas rutin tersebut, dia yang sejak kecil sudah aktif di dunia seni itu biasa berlatih Sabtu siang sekitar jam 12.00 atau jam 1, untuk pentas malam hari itu juga. mas Fadil, anak muda yang tampan ini juga bilang, tim wayang Bharata yang pentas tiap Sabtu itu sudah didominasi oleh generasi muda, sejak generasi tua sudah banyak yang almarhum. Wah makin segar saja ya kalau kita yang anak-anak muda ini saat menonton pentas kebudayaan Indonesia 🙂

bidadari dari kayangan...jpg
Bidadari dari kayangan.. 😀
bersama om Guruh Soekarno Putra
Setelah pentas usai bersama om Guruh Soekarno Putra

Pentas rutin di malam minggu tersebut bisa dilihat di akun twitter @wobharata dan Facebook Wayang Orang Bharata.

Tim Samurti juga berencana akan membuka kelas tari di Februari ini di tempat biasa kami berlatih gamelan tiap minggunya. Jadwalnya tiap Minggu, setelah kelas gamelan Samurti berakhir, kira-kira jam 12.00 sampai selesai. Info selengkapnya akan kami update di akun twitter @SAL_gamelan

salam budaya Indonesia!

Notasi Kendang Ktw. Mijil Wigaringtyas

Setelah posting notasi kendang Lancaran Kebogiro, saya postingkan notasi kendangan gending Ketawang Mijil Wigaringtyas. Jika ada notasi balungan yang berbeda harap dimaklumi karena memang ada berbagai versi. Namun demikian setiap gatra nada selehnya sama. Semoga bermanfaat bagi yang berminat berlatih kendang.

Salam

Sigit Pranowo

Notasi Kendang Ktw Wigaringtyas